√ 5+ Contoh Portofolio Lamaran Kerja dan Cara Membuatnya!

contoh portofolio lamaran kerja

Sejumlah profesi membutuhkan portofolio kerja yang relevan. Dokumen ini berfungsi sebagai bukti nyata atas kemampuan yang dimiliki oleh seorang pelamar kerja. Mempunyai portofolio dapat menjadi nilai bonus, sehingga perekrut lebih mempertimbangkan lamaran orang tersebut.

Pelamar pun lebih dipercaya, karena tidak sekadar membual terkait keterampilan yang dikuasainya. Memang portofolio bukan jaminan akan mendapatkan pekerjaan, namun dokumen ini sangat berpengaruh terhadap kesuksesan suatu lamaran. Jadi, yuk cari tahu supaya lolos seleksi kerja!

Apa Itu Portofolio Kerja

Secara harfiah, portofolio tersusun dari kata “port” yang artinya laporan dan kata “folio” yang artinya full atau lengkap.

Berdasarkan hal itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa portofolio adalah beberapa dokumen atau laporan berisi semua proyek yang pernah dilakukan oleh individu, organisasi, perusahaan, kelompok, lembaga dan lainnya.

Portofolio bagaikan rekam jejak dari karier seseorang, kelompok atau perusahaan tersebut, karena mendokumentasikan semua pekerjaan secara lengkap dan urut.

Fungsi Portofolio Lamaran Kerja

Secara umum portofolio berfungsi mengumpulkan berbagai proyek yang pernah dikerjakan menjadi satu laporan yang rapi. 

Akan tetapi, fungsinya bisa berubah tergantung dari kebutuhan membuat portofolio tersebut. Misalnya, perusahaan memiliki dokumen ini untuk meningkatkan kredibilitas di mata pelanggan. 

Seorang model bisa menyusun portofolio supaya mudah menemukan agensi model yang mau bekerja sama dengannya. Portofolio intinya membantu perekrut menemukan kandidat yang pas sesuai dengan potensi.

Pekerjaan yang Membutuhkan Portofolio

Tidak semua pekerjaan membutuhkan portofolio. Kebanyakan yang mengharuskan penekun mempunyai dokumen ini adalah mereka yang bekerja di sektor industri kreatif, seperti desainer grafis, desainer interior, model, penulis, fotografer, dan masih banyak lagi.

Baca Juga  √ Surat Paklaring Kerja: Contoh & Cara Membuatnya (Lengkap!)

Arsitek, dekorator kue, perangkai bunga, dan web developer juga membuat portofolio untuk menunjukkan segala produk buatannya.

Contoh Portofolio Lamaran Kerja

Apabila pekerjaan yang mau dilamar nanti membutuhkan portofolio, jangan lupa membuatnya. Tak usah pusing apabila masih bingung, silakan tengok inspirasi contoh portofolio berbagai macam profesi di bawah ini:

1. Portofolio Web Developer

Web developer atau pengembang situs adalah pekerjaan yang sedang tren belakangan ini. Banyak orang yang mulai melirik sektor ini. Namun satu hal yang perlu dipersiapkan sebelum melamar pekerjaan ini adalah membangun portofolio.

Di dalam portofolio tersebut, tampilkan semua situs yang pernah dibuat. Cantumkan tautan yang langsung mengantarkan ke situs tersebut.

Buat gaya website yang khas supaya perekrut tertarik. Portofolio web developer dapat dibuat dalam format PDF. Tak lupa, tempelkan gambar preview dari halaman muka website tersebut.

2. Portofolio Desainer Grafis

Contoh portofolio kerja selanjutnya patut diperhatikan para pelamar yang berminat menekuni profesi ini. Seharusnya mendesain portofolio dengan visual menarik pastinya bukan halangan besar. Buat desain portofolio sesuai gaya desain pribadi.

Lalu, cantumkan semua proyek desain yang pernah ditangani, mulai dari poster, logo, iklan dan lain sebagainya. Apabila mempunyai segudang proyek, pilihlah yang terbaik atau relevan dengan tugas dari pekerjaan yang hendak dilamar.

Misalnya, profesi pembuat logo, maka portofolio bisa berisi aneka logo yang pernah dikerjakan. Semakin baik lagi jika logo tersebut merupakan pesanan klien yang terbukti kredibilitasnya. Ketika membuat portofolio desain, pastikan tidak menjiplak karya orang lain.

3. Portofolio Arsitek

Setiap arsitek tentunya mempunyai jam terbang yang berbeda. Untuk membuktikan bahwa seseorang benar andal dalam bidang ini, dapat dengan membuat portofolio arsitek.

Portofolio bisa berisi tentang bangunan-bangunan yang pernah dirancang, beserta informasi yang melatarbelakangi bangunan tersebut. 

Baca Juga  √ Contoh Deskripsi Diri Sendiri dalam CV dan Tips Menulisnya (Lengkap!)

Bangunan tersebut dapat dirancang menggunakan bantuan software khusus. Apabila bentuk portofolio online, portofolio bisa dibuat dalam bentuk website atau PDF. Sedangkan untuk portofolio offline, dapat dijadikan buku katalog.

4. Portofolio Model

Contoh portofolio kerja ini cukup simpel, namun tetap mencakup informasi tentang sang model. Dalam dunia modelling, portofolio wajib dimiliki. Tanpanya, akan sulit mendapatkan proyek.

Foto yang dilampirkan dapat berasal dari proyek yang pernah dilakukan sebelumnya atau membuat sendiri di rumah. Pastikan kualitasnya paripurna supaya memberikan citra profesional.

5. Portofolio Perusahaan

Bukan hanya pekerja saja yang membutuhkan portofolio. Perusahaan, lembaga atau organisasi juga memerlukan dokumen ini agar lebih profesional, kredibel dan jelas. 

Strategi yang bagus guna mendapatkan kepercayaan pelanggan. Di samping itu, pelanggan pun menjadi tahu kinerja dari perusahaan tersebut. 

Portofolio perusahaan berisi mengenai visi dan misi yang ingin dicapai, tujuan perusahaan, pencapaian atau penghargaan yang pernah diraih, dan berbagai komponen lainnya yang bisa menaikkan citra perusahaan. 

Orang yang melihat portofolio tersebut bisa berpotensi menjadi mitra perusahaan, bahkan investor juga bisa tertarik berinvestasi ketika mengetahui kinerja perusahaan bagus.

6. Portofolio Penulis Konten

Ini adalah portofolio yang dibutuhkan oleh para penulis konten. Sulit mengetahui kemampuan menulis seseorang apabila tidak diukur melalui portofolionya.

Adapun yang dicantumkan ke dalam portofolio kerja penulis adalah tulisan atau artikel yang sudah diterbitkan di internet. Sehingga perekrut bisa menilai sesuai atau tidaknya dengan karakteristik yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Tampilkan beberapa tema tulisan agar ada variasi. Dengan begitu, perekrut lebih yakin bahwa penulis tersebut berbakat dalam menulis berbagai jenis tema.

Sebaiknya portofolio tulisan dibuat pada website. Jika berbentuk PDF, hubungkan artikel tersebut menggunakan tautan. Biar lebih menarik, tempelkan cover atau sampul yang relevan.

Cara Membuat Portofolio Lamaran Kerja

Sekarang sudah tahu contoh portofolio dari beberapa profesi, bukan? Lalu, bagaimana cara membuat portofolio untuk diri sendiri? Simak dulu langkah-langkahnya sebagai berikut:

Baca Juga  √ 7+ Rekomendasi Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Terbaik

1. Masukkan Produk Terbaik

Tak perlu semua produk atau karya dimasukkan ke dalam portofolio. Hasilnya justru terlihat menumpuk dan membuat perekrut bingung dalam menilai kemampuan pelamar. Jadi, coba sortir kembali dan pilih karya-karya terbaik saja.

Untuk membantu menentukan mana karya yang paling bagus, coba ingat kembali bagaimana klien merespons karya tersebut. Sebaiknya masukkan karya yang disukai oleh klien.

Jangan sampai tanpa sengaja memasukkan karya yang kurang berkualitas. Nantinya malah jadi bumerang dan mengurangi skor portofolio di mata perekrut.

2. Rancang Portofolio yang Menarik

Bukan hanya karya yang dilampirkannya saja yang menarik, tampilan portofolio secara keseluruhan juga harus bagus. Pertimbangkan bagaimana karya akan direpresentasikan. Silakan ambil inspirasi dari contoh portofolio lamaran kerja yang sudah dibahas tadi.

Atur tata letak secara optimal untuk memudahkan siapa saja yang melihatnya. Tentukan pula apakah mau membuat dalam bentuk offline yang dapat dilihat secara fisik, atau bentuk online yang dapat dilihat di mana dan kapan saja.

Perhatikan komposisi warna yang digunakan. Gunakan tema warna yang sesuai agar portofolio terlihat menyatu dan menang dari segi visual.

3. Gunakan Karya Terbaru

Bagi yang sudah berpengalaman hingga bertahun-tahun, pastinya punya banyak karya dari masa lampau hingga sekarang. Kemungkinan besar, karya yang dibuat lima tahun yang lalu tidak lagi relevan dengan kebutuhan di pasar sekarang.

Itulah mengapa sebaiknya hanya melampirkan karya terbaru. Sesuaikan pula dengan tren saat ini. Jika membuat karya dengan memperhatikan kebutuhan sekarang, pastinya perekrut akan menilai kalau pelamar tersebut peka terhadap keadaan yang mana menjadi nilai tambah tersendiri.

Perekrut lebih memilih pelamar dengan portofolio kerja yang relevan. Tak baik apabila menyepelekan hal ini. Dan untuk para pencari kerja yang ingin bekerja sesuai minat dan passion, silakan datangi pelangifortunaglobal.com.