√ 6 Contoh Soal Psikotes Deret Angka dan Jawabannya (Lengkap!)

psikotes deret angka

Psikotes deret angka menjadi salah jenis psikotes yang sering muncul dalam ujian entah SBMPTN, CPNS maupun ujian calon karyawan baru sebuah perusahaan. Sesuai namanya, sudah pasti tes ini akan membuat peserta tes menghadapi deretan angka-angka yang harus ditebak jawabannya.

Tes ini akan membantu para penguji mengukur tingkat kematangan IQ para peserta tes. Pastinya, untuk mendapatkan gambaran IQ seseorang secara utuh masih diperlukan tes yang lainnya ya, psikotes deret angka ini hanyalah sebagiannya. 

Ragam Contoh Soal Psikotes Deret Angka Lengkap Dengan Jawabannya

Menyimak berbagai contoh soal psikotes jenis deret angka bisa menjadi salah satu cara agar seseorang bisa lebih siap dalam menghadapi tes yang sebenarnya. Latihan seperti ini juga sangat bagus untuk mempermudah memahami soal psikotes yang diberikan nanti. 

Psikotes deret angka ini sendiri sering melibatkan operasi hitung Matematika. Operasi hitung dimaksud diantaranya adalah pembagian, pengurangan, penjumlahan, perkalian dan lain sebagainya. Coba simak contoh berikut ini agar semakin paham. 

Contoh 1

4, 7, 10, 13, 16, …, …, …

Dari contoh di atas, peserta harus menebak tiga angka di belakang angka 16. Cara menyelesaikannya adalah perhatikan pola yang berlaku pada kumpulan angka tersebut. Dari angka pertama hingga angka terakhir jumlahnya terus bertambah. 

Dengan kondisi ini, maka untuk sementara bisa disimpulkan bahwa operasi hitung yang berlaku untuk deret angka ini adalah penjumlahan. Kemudian cari tahu berapa tingkat kenaikan angka tersebut yang agar lebih mudah cari tahu saja selisihnya. 

Dari angka 4 ke angka 7 selisih 3. Dari angka 7 ke angka 10 selisih 3. Dari angka 10 ke angka 13 selisih 3. Dari angka 13 ke angka 16 selisih. Ini artinya setiap angka mendapatkan tambahan tiga sehingga untuk mengisi titik-titik tersebut adalah 16 + 3 = 19, 19 + 3 = 22 dan 22 + 3 = 25.

Baca Juga  √ Tes Pauli: Pengertian, Contoh dan Cara Mengerjakannya!

Jadi, tiga angka yang paling tepat untuk mengisi titik-titik tersebut ialah 19, 22 dan 25. Ingat, yang ditambah 3 selalu angka yang paling akhir ya. 

Contoh 2

8, 17, 33, …, …, 257.

Dalam contoh soal ini, harus di cari 2 angka yang tepat untuk mengisi ruang antara angka 33 dan angka 257. Jika memperhatikan pola di atas, sulit untuk mengatakan bahwa operasi hitung yang berlaku adalah penjumlahan. Pasalnya, antara 8 ke 17 ada selisih 9. Sedangkan dari 17 ke 33 ada selisih 16. 

Tidak ada pola yang pasti membuat soal ini tidak bisa diselesaikan dengan operasi hitung penjumlahan. Sebagai gantinya, mari ikuti langkah-langkah berikut.

  • Angka 8 dikali 2 hasilnya 16 ditambah 1 yang kalau ditulis menjadi 8 x 2 = 16 + 1 = 17
  • Karena kalau 17 x 2 hasilnya 34 (lebih dari 33), angka ini jadi tidak cocok digunakan. Sebagai gantinya, gunakan angka 16 (hasil dari 17 – 1). Jadi 16 x 2 = 32 + 1 = 33
  • Untuk selanjutnya, gunakan angka 32 (hasil dari 33 – 1) sehingga menjadi 32 x 2= 64 + 1 = 65
  • Kemudian gunakan angka 64 (hasil dari 65 – 1) sehingga menjadi 64 x 2 = 128 + 1 = 129

Jadi, dua angka untuk mengisi titik-titik tersebut adalah 65 dan 129. Sebagai pembuktiannya, cocokkan dengan angka yang terakhir, 257. Jadi 129 – 1 = 128 x 2 + 1 = 257.

Contoh 3

3, 7, 15, …, …, 127, 255.

Sama seperti sebelumnya, untuk menyelesaikan soal tes psikotes deret angka yang satu ini harus dilihat dulu polanya bagaimana. Dari angka 3 ke 7 ada selisih 4, dari angka 7 ke 15 ada selisih 8. Ada kelipatan 4 yang menjadi penambah angka sebelumnya bukan?

Jadi penambahan angka selanjutnya adalah 16 dan 32. Oleh karena itu, titik yang selanjutnya bisa diisi dengan 15 + 16= 31 dan titik yang kedua 31 + 32 = 63. Ya, angka yang pas untuk mengisi titik-titik itu adalah 31 dan 63. Coba buktikan dengan dua angka selanjutnya ya. 

Contoh 4 

5, 6, 10, 12, 20, 24, …, ….

Baca Juga  √ Contoh Surat Lamaran Kerja Alfamart dan Syaratnya (Lengkap!)

Kalau mendapatkan soal yang seperti ini, jangan gunakan pola yang sama seperti pola yang ada pada soal-soal sebelumnya. Sebab, pola soal ini sedikit berbeda. Operasi hitung yang berlaku untuk pola bilangan ini adalah perkalian. Namun dalam soal ini, deretan angka tersebut bisa dibagi menjadi 2 kubu.

Mari perhatikan langkah-langkah penyelesaiannya di bawah ini.

  • Kubu pertama ada angka 5, 10, 20 dan titik-titik pertama, sedangkan kubu kedua adalah 6, 12, 24 dan titik-titik yang kedua
  • Baik kubu pertama maupun kedua, angkanya sama-sama dikali 2. Perhatikan kubu pertama dulu, 5 x 2 = 10, 10 x 2 = 20 sehingga untuk mengisi titik-titik pertama adalah 20 x 2 = 40. Untuk kubu kedua, 6 x 2 = 12, 12 x 2 = 24 sehingga untuk mengisi titik-titik kedua adalah 24 x 2 = 48.

Jadi jelas ya jawabannya adalah 40 dan 48. Untuk menentukan kubu pertama dan kubu kedua seperti ini, cukup melihat angka secara berloncatan saja, tidak berurutan. 

Contoh 5

4, 6, 5, 7, 6, 8, 7, 9, ….

Kalau mendapatkan soal psikotes deret angka seperti ini, bisa terlihat bahwa angka tidak selalu bertambah, ada kalanya angka berkurang. Ini menunjukkan bahwa operasi yang berlaku untuk deret angka ini adalah penjumlahan dan pengurangan. Jadi, langkah-langkah penyelesaiannya sebagai berikut

  • Dari angka 4 ke angka 6, terdapat penambahan 2
  • Dari angka 6 ke angka 5, terdapat pengurangan 1
  • Dari angka 5 ke angka 7, terdapat penambahan 2
  • Dari angka 7 ke angka 6, terdapat pengurangan 1
  • Dari angka 6 ke angka 8, terdapat penambahan 2
  • Dari angka 8 ke angka 7, terdapat pengurangan 1
  • Dari angka 7 ke angka 9, terdapat penambahan 2
Baca Juga  √ Tes Wartegg : Pengertian, Contoh, Jawaban dan Cara Mengerjakannya!

1, 2, 3, 9, 10, 11, …, …

Dari pola di atas, semua angka ditambah 2 dulu kemudian dikurangi 1 secara berturut-turut. Karena yang terakhir sudah ada penambahan, maka untuk selanjutnya adalah pengurangan. Jadi jawabannya 9 – 1 = 8.

Contoh 6

Soal psikotes deret angka satu ini tampaknya juga rumit, namun jika mengerti polanya maka jawaban akan dengan sangat mudah ditemukan. Kalau mau diperhatikan lagi, maka pola yang berlaku adalah angka ditambah 1, lalu ditambah 1 lagi kemudian dikuadratkan, lalu ditambah 1 dan ditambah 1. 

Sebagai pembuktiannya, berikut poin-poin yang dapat disimak. 

  • Angka 1 ditambah 1 = 2
  • Angka 2 ditambah 1 = 3
  • Angka 3 dikuadratkan = 9
  • Angka 9 ditambah 1 = 10
  • Angka 10 ditambah 1 = 11

Karena polanya adalah ditambah 1 sebanyak 2 kali baru setelah itu dikuadratkan, maka jawabannya adalah 121 dan 122. Angka 11 dikuadratkan terlebih dahulu hasilnya 121, kemudian 121 ini ditambah 1 menjadi 122. 

Pada intinya adalah mengerjakan soal psikotes deret angka harus menemukan polanya terlebih dahulu. Setelah pola ini ditemukan, akan mudah juga menemukan jawabannya. Tentunya agar peka terhadap pola soal yang disajikan, harus sering-sering berlatih dengan cara mengerjakan soal-soal serupa ya. 

Pastinya orang yang bersiap mengerjakan soal deret angka adalah yang sudah menemukan lowongan pekerjaan. Lalu bagaimana dengan yang belum? Tenang saja, untuk Anda yang belum menemukan lowongan pekerjaan yang pas bisa bergabung dengan pelangifortunaglobal.com.

Ini adalah website resmi yang menjadi wadah bagi para pelamar kerja untuk menemukan serta mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat serta kemampuannya. Lowongan kerjanya juga uptodate di sini. 

Sudah ada banyak orang yang berhasil menemukan pekerjaan impiannya setelah bergabung. Jadi, jangan ragu lagi untuk mengikuti jejak mereka dengan bergabung di situs ini ya.