tes kraepelin

√ Tes Kraepelin : Pengertian, Contoh dan Cara Mengerjakannya!

Saat sedang melamar kerja atau mungkin sedang melamar beasiswa, ada salah satu tes yang sering sekali dilakukan. Tes itu bernama tes kraepelin. Dengan menggunakan tes ini maka seorang HRD atau tim penyeleksi akan mengetahui seperti apa kemampuan dari seseorang.

Karena tes kraepelin ini akan menuntut adanya kesigapan dan juga ketelitian tingkat tinggi untuk mengerjakannya. Jika tidak kemungkinan besar akan melakukan kesalahan dan akhirnya tidak lolos seleksi lanjutan dari perusahaan.

Pengertian Tes Kraepelin

Tes kraepelin adalah salah satu tes yang sering diberikan kepada calon pegawai untuk mengetahui kemampuan mereka. Tes ini dilakukan sama untuk mengetahui bagaimana motivasi mereka dan juga ketahanan yang dimiliki.

Biasanya tes ini akan diberikan dalam bentuk satu lembar kertas yang nantinya akan diisi. Kertas ini akan berisi deretan angka mulai dari atas hingga bawah serta dari samping kiri ke samping yang sebelah kanan.

Tugas dari calon pegawai adalah untuk menjumlah angka-angka yang saling berdekatan. Penjumlahan ini dilakukan dengan sangat cepat karena durasinya juga sangat panjang. Jadi butuh konsentrasi yang sangat tinggi untuk bisa menyelesaikannya.

Contoh Tes

Untuk mengetahui contoh tes kraepelin bisa langsung menyimak beberapa gambar yang akan dibalas di bawah ini.

Contoh soal tes kraepelin yang sudah ada pada gambar di atas hanya sebagian saja. Biasanya juga akan berbeda-beda antara perusahaan satu dengan yang lain sehingga tidak bisa mencontoh apa yang sudah ditampilkan di atas.

Namun secara konsep akan memiliki hal yang sama sehingga bisa dimanfaatkan untuk latihan. Bahkan bisa membuat sendiri secara acak dengan memanfaatkan Microsoft Excel.

Baca Juga  √ Tes Koran Adalah : Contoh & Cara Mengerjakan Soalnya!

Cara Mengerjakan Tes

Cara mengerjakan tes kraepelin sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan karena biasanya akan ada seseorang yang bertindak sebagai pemandu. Untuk selengkapnya bisa mengikuti beberapa cara berikut.

  • Mengikuti arahan dari orang yang memandu tes.
  • Biasanya akan diberikan waktu kurang lebih 2 menit untuk mengisikan identitas serta melakukan latihan.
  • Setelah itu diminta untuk mengisi atau menjumlahkan angka-angka yang saling berdekatan dalam jangka waktu kurang lebih 45 detik sampai 1 menit.
  • Apabila waktunya sudah selesai maka harus stop lalu berpindah ke baris lain yang ada di sebelahnya.
  • Untuk melakukan proses penjumlahan bisa dilakukan secara langsung dan apabila lebih dari 10 nilainya cukup dituliskan angka satuannya saja.
  • Lakukan tes atau pengisian ini mulai dari awal hingga akhir lalu berkas dikumpulkan untuk dilihat.

Fungsi dari Tes

Ternyata tes ini juga memiliki banyak fungsi dan membantu seorang HRD untuk mendapatkan kandidat yang memang benar-benar sesuai dengan kriteria mereka. Berikut fungsi dari tes kraepelin.

1. Mengetahui Motivasi

Tes ini akan mengetahui seseorang bagaimana motivasi mereka ketika sedang ingin masuk ke dalam perusahaan. Karena setiap orang akan memiliki motivasi yang berbeda-beda.

Apabila dalam tes terlihat sangat sempurna maka motivasi seseorang untuk masuk ke dalam perusahaan itu akan sangat tinggi. Jadi mereka akan memiliki konsentrasi tinggi untuk melakukannya.

2. Mengetahui Ketahanan

Selain memiliki motivasi yang sangat tinggi ternyata tes ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui ketahanan yang dimiliki oleh seseorang. Karena biasanya ketahanan yang dimiliki oleh seseorang itu berbeda-beda.

Dengan tekanan yang sangat tinggi dan masih bisa menyelesaikan semuanya dengan sempurna merupakan tanda dari ketahanan tinggi. Itulah kenapa disarankan untuk selalu berusaha menyelesaikan apapun mulai dari awal hingga akhir.

Baca Juga  √ 10 Contoh Soal Matematika Dasar Psikotes dan Jawabannya (Lengkap!)

3. Mengetahui Aspek Emosi

Aspek emosi biasanya juga akan sangat berpengaruh apabila mengerjakan tes ini. Jika seseorang tidak memiliki emosi yang sangat stabil biasanya tes tidak akan bisa berjalan dengan sempurna.

Meskipun berhasil mengerjakan mulai dari awal hingga akhir biasanya jika emosinya tidak stabil akan banyak melakukan kesalahan.

4. Mengetahui Adaptasi atau Stabilitas Diri

Selanjutnya tes juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui adaptasi dan juga stabilitas diri. Karena adaptasi ini akan berhubungan dengan kondisi seseorang secara menyeluruh.

Hadirnya tes ini akan memperlihatkan bagaimana seseorang mampu beradaptasi dengan hal baru. Selain itu kemampuan ini suka melihat bagaimana stabilitas yang dimiliki oleh seseorang.

Cara Memaksimalkan Pengerjaan

Untuk bisa memaksimalkan pengerjaan dari tes ada baiknya untuk melakukan beberapa hal di bawah ini dahulu.

1. Sering Latihan

Untuk bisa memaksimalkan kemampuan melakukan tes ini maka seseorang harus sering melakukan latihan. Di internet ada banyak sekali lembar dari tes ini yang bisa didownload secara langsung melalui digunakan untuk latihan.

Jadi disarankan untuk langsung melakukan download pada lembar itu lalu mencetaknya. Apabila sudah berhasil mencetak maka bisa langsung diisi satu persatu sesuai dengan kemampuan.

Saat berlatih jangan lupa untuk menggunakan stopwatch ataupun alarm. Jadi akan tahu seberapa cepat kemampuan untuk melakukan proses penjumlahan pada angka-angka yang nantinya muncul.

2. Mengendalikan Konsentrasi

Selanjutnya adalah kemampuan untuk mengendalikan konsentrasi. Pengendalian konsentrasi ini sangat penting untuk dilakukan karena tes ini sebenarnya lebih mengandalkan konsentrasi untuk melakukan penjumlahan.

Meskipun penjumlahan yang nantinya dilakukan tidak terlalu besar bahkan seperti penjumlahan yang dilakukan anak SD. Apabila ada durasi waktu yang sangat mengikat biasanya akan membuat seseorang menjadi tidak bisa konsentrasi.

Hal ini akan menyebabkan mereka jadi sulit untuk melakukan proses pengisian dokumen. Itulah kenapa pengendalian konsentrasi ini sangat penting untuk dilakukan dan harus benar-benar berjalan dengan sangat baik.

Baca Juga  √ Tes Wartegg : Pengertian, Contoh, Jawaban dan Cara Mengerjakannya!

3. Fokus pada Kertas

Selain konsentrasi seseorang juga harus fokus dengan apapun yang ada pada kertas. Perhatikan angka-angka mulai dari atas hingga bawah secara menyeluruh lalu langsung melakukan proses penjumlahan.

Apabila tidak fokus maka proses pengisian akan jadi berantakan. Bahkan untuk satu garis saja kemungkinan besar tidak akan selesai sehingga akan menurunkan penilaian yang nantinya diberikan oleh pihak HRD.

Itulah kenapa sama disarankan untuk selalu fokus pada apa yang nantinya dikerjakan di kertas. Tidak perlu menolak diri dan kanan karena biasanya tes yang naiknya diberikan akan selalu berbeda-beda.

4. Tidak Panik dengan Waktu

Sebenarnya salah satu hal yang membuat es ini cenderung sulit hendak dilakukan adalah durasi waktunya yang sangat singkat. Selain itu ketika mengerjakannya beberapa orang juga sering sekali mengalami panik.

Inilah yang menyebabkan mereka jadi sulit untuk mengerjakan dengan konsentrasi yang tinggi. Karena mereka hanya berfokus pada waktu yang sedikit dan tidak fokus pada apa yang ada pada kertas tersebut.

Itulah kenapa sangat dianjurkan untuk tidak panik dan selalu menaati aturan yang berlaku. Apabila konsentrasi dengan apa yang ada pada kertas saja kemungkinan besar bisa mengerjakan mulai dari awal hingga akhir.

Mempelajari berbagai hal yang berhubungan tes kerja harus dilakukan dengan baik. Salah satunya adalah bergabung dengan pelangifortunaglobal.com. Situs ini akan mengajarkan apa pun yang berhubungan dengan seleksi kerja hingga Anda dapat posisi yang diinginkan.

Tes kraepelin mungkin terlihat mudah bagi beberapa orang karena hanya menjumlahkan angka saja. Namun, dalam kondisi yang terdesak atau jangka waktu cepat umumnya akan sedikit sulit. Itulah kenapa harus sering latihan atau konsentrasi tinggi saat mengerjakan.

Related Posts